SANGGA

 

A.   Pengertian Sangga

Pramuka penegak merupakan golongan pramuka anggota gerakan pramuka yang berusia antara 16 sampai dengan 20 tahun. Penggunaan istilah penegak berdasarkan kiasan dari sejarah perjuangan bangsa indonesia. Kata penegak “Tegak” merujuk pada tahap keberhasilan bangsa Indonesia dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahap tegaknya atau berdirinya negara indonesia di tandai dengan proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada tanggal 17 agustus 1945. Proses ini didahului oleh tahap-tahap sebelumnya seperti penyiagaan bangsa dan penggalangan persatuan dan kesatuan yang mana kedua tahapan tersebut kemudian dijadikan nama golongan anggota gerakan pramuka siaga dan penggalang.

Sebelum dilantik menjadi pramuka penegak sorang calon pramuka penegak harus melewati masa yang dinamakan tamu ambalan sedikitknya selama satu bulan. Selama menjadi tamu ambalan, calon anggota pramuka penegak dapat mengikuti acara acara tertentu dalam ambalan sehingga kemudian dilantik dalam sebuah upacara penerimaan tamu ambalan.

Dalam petunjuk penyelanggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka (PP No. 231 Tahun 2007, Bab III), sangga diartikan sebagai kelompok belajar interaktif  teman sebaya usia antara 16-20 tahun (Pramuka Penegak). Sebagai satuan terkecil ataupun kelompok belajar, sangga tentu memiliki nama atau sebutan dan gambar atau tanda. Penentuan nama dan tanda sangga ini tentu untuk memudahkan administrasi dan tanda pengenal masing-masing sangga.

Sangga adalah sebutan tanda pasukan di pramuka tingkat penegak. yang terdiri dari 5 sangga yaitu :

  1.   .   Perintis
  2.       Pencoba
  3.       Penegas
  4.       Pendobrak
  5.       Pelaksana

Sangga sendiri adalah satuan terkecil dalam penegak yang berarti gubuk aau rumah kecil di sawah atau saung. dengan itu diharapkan segenap anggota sangga mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan musyawarah dalam mengambil keputusan termasuk dalam menentukan nama dan tanda sangga. Sangga dipimpin salah seorang penegak yang disebut pimpinan sangga atau Pinsa. Setiap 4 sangga dihimpun dalam sebuah ambalan. Ambalan dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana, seorang sekretaris yang disebut Kerani, seorang bendahara yang disebut Juru Uang, dan seorang Pemangku Adat.

 

B.    Macam-macam Sangga

1.    Sangga Perintis

Nama sangga perintis diambil dari peristiwa berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang menjadi pelopor kebangkitan nasional (Saat ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional) yaitu saat dimana bangsa indonesia masih dalam masa penjajahan dan bangsa indonesia mulai merintis dan menyatukan kekuatan untuk berjuang untuk melawan para penjajah.

 



Kiasan Warna : Merah, Putih, Kuning dan Hitam. 

Kiasan Gambar : Keris yang dilingkari oleh rantai.

Tugasnya yaitu Mengeluarkan ide-ide atau mengandung pengertian perintisan atau pelopor dalam kebaikan.

 

2.    Sangga Pencoba

Nama sangga pencoba diambil dari peristiwa berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei tahun 1908. Pada tanggal ini telah terjadi peristiwa Kebangkitan nasional dimana bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui organisasi nasional yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 300 tahun sebelumnya.

 

 

Kiasan Warna : Merah, Hitam, Putih.

Kiasan Gambar : Kaos, Jangka, Kamera dan Penggaris.

Tugasnya yaitu Merealisasikan atau mencoba ide-ide dari Sangga Perintis atau mengandung pengertian keberanian mencoba segala sesuatu yang positif.

 

3.    Sangga Pendobrak

Nama sangga pendobrak diambil dari peristiwa pembacaan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Nama pendobrak diambil untuk mengingat kita akan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang baik dengan kekuatan fisik maupun yang telah memproklamasikan kemerdekaan indonesia  karena berkat perjuangan para pahlawan inilah kita bisa menikmati kemerdekaan hingga saat ini.

 

 

Kiasan Warna : Merah, Kuning, Hitam.

Kiasan Gambar :Rumput yang didikat lalu didobrak atau ditusuk oleh tombak.

Tugasnya yaitu memecahkan masalah yang muncul atau mengandung pengertian keberanian mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran. Atau mengandung kiasan keberanian dalam mengemukakan kebenaran melawan kemungkaran.

 

4.    Sangga Penegas

Sangga Penegas diambil dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1928, yakni pada peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober saat kongres pemuda II. Pada saat inilah bangsa Indonesia mulai menyatukan para pemuda diseluruh daerah di indnesia untuk berjuang dan berdiri dari ketertindasan.

 

 

Kiasan Warna : Hitam, Kuning dan Putih.

Kiasan Gambar : Palu Atau Martil.

Tugasnya yaitu menegaskan ide-ide dari sangga perintis atau mengandung pengertian kemampuan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana.

 

5.    Sangga Pelaksana

Sangga pelaksana mengingatkan kita pada peristiwa setelah tahun 1945 hingga sekarang, saat Indonesia masuk pada masa pembangunan, sangga ini juga mengingatkan kita untuk mengisi kemerdekaan agar perjuangan para pahlawan tidak sia-sia.

 

 

Kiasan Warna : Hijau, Putih, Hitam dan Kuning.

Kiasan Gambar : Palu atau Martil, Rencong yang diikat dengan Wadahnya.

 

 

Tanda Sangga Pramuka Penegak pun menjadi salah satu bentuk dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka terkait dengan Tanda Satuan. Tanda Sangga Pramuka Penegak berbentuk bujur sangkar dengan panjang masing-masing sisi 4 cm. Di dalamnya terdapat gambar yang melambangkan nama sangga tersebut. Pemilihan nama sangga dan gambar (lambang) sangga sesuai dengan pilihan segenap anggota sangga yang bersangkutan. Tanda ini di pasang di lengan sebelah kiri baju seragam pramuka.

 

 

 

Sumber Referensi

 

PP Nomor 231 Tahun 2007  tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan Pramuka; https://pramuka.adnyana.com/blog/arti-nama-sangga-pramuka-penegak/

https://www.pramukaria.id/2014/09/nama-gambar-dan-tanda-sangga-pramuka.html

 

Tanda/lambang Ambalan yang sering disebut badge Ambalan, dikenakan oleh seluruh Calon Penegak sebagai anggota ambalan. Badge tersebut dipasang pada seragam pramuka di lengan baju sebelah kiri, diletakkan di atas tanda sangga.
Tanda, lambang, bendera dan kibaran cita Ambalan Penegak dan adalah sarana atau alat yang mampu mendorong maju, memberi semangat, kebanggaan bagi para Pramuka Penegak serta Ambalan  di Gugusdepan.
Tanda, lambang, bendera dan kibaran cita Ambalan diciptakan sendiri oleh para Penegak dan dalam suatu musyawarah Ambalan di Gugusdepannya dan diajukan kepada Pembina Gugusdepan. Pada prinsipnya semuanya mempunyai arti yang mengarah pada tujuan Gerakan Pramuka dan semangat kepahlawanan.


Badge Ambalan Brotoseno
Sama halnya dengan Ambalan Brotoseno dan Ambalan Larasati, yang mana badge ambalan memiliki makna sangat mendalam. Makna tersebut mampu mencakup tujuan pramuka yang dicita-citakan ambalan, serta menggambarkan karakter tokoh nama ambalan. Adapun makna badge ambalan brotoseno dan larasati dijelaskan secara singkat sebagai berikut :
  1. Warna Kuning : melambangkan Kepenegakan
  2. Warna Hitam : melambangkan Ketegasan
  3. Warna Merah : melambangkan Keberanian
  4. Warna Putih : melambangkan Kesucian
  5. Segi Lima : melambangkan jumlah butir Pancasila
  6. Segitiga Merah : melambangkan Trisatya
  7. Tunas Kelapa : melambangkan kesatuan terpisah antara ambalan putra dan putri
  8. Gada berlekuk 10 : melambangkan Dasa Dharma
  9. Tulisan Brotoseno : merupakan Nama Ambalan
  10. Tulisan XI 19 07 1455 : merupakan kode Kwarda Jawa Tengah, Kwarcab Kudus, Kwaran Jekulo dan Gugusdepan SMA Negei 1 Jekulo



Badge Ambalan Larasati

  1. Warna Kuning : melambangkan Kepenegakan
  2. Warna Hitam : melambangkan Kesetiaan
  3. Warna Merah : melambangkan Keberanian dalam menjaga komitmen Tri Satya
  4. Warna Putih : melambangkan Kesucian
  5. Segi Lima : melambangkan jumlah butir Pancasila
  6. Tunas Kelapa : melambangkan kesatuan terpisah antara ambalan putra dan putri
  7. Anak Panah : melambangkan Tujuan Ambalan
  8. Panah Bersayap 10 : melambangkan Dasa Dharma
  9. Tulisan Larasati : merupakan nama ambalan
  10. Tulisan XI 19 07 1454 : merupakan kode Kwarda Jawa Tengah, Kwarcab Kudus, Kwaran Jekulo dan Gugusdepan SMA Negei 1 Jekulo

Sumber : 
Buku Adat Ambalan Brotoseno dan Ambalan Larasati

Diagram mengenai Gambaran Alur Perjalanan Pramuka Penegak di Gugus Depan

Pengantar
Jenjang pendidikan pramuka penegak terdiri dari tamu ambalan, calon penegak, penegak bantara, penegak laksana, pramuka garuda dan pelepasan masa penegak. Jenjang pendidikan ini disebut dengan perjalanan bakti atau perjalanan yang menunjukan kualitas bakti seorang pramuka pada usia 16 - 20 tahun meliputi baik bakti bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun bangsanya. Perjalanan bakti bukan semata-mata sebagai wujud pembuktian penguasaan kompetensi seorang penegak untuk mencapai sejumlah syarakat kecakapan umum, khusus dan garuda. Namun ada hal yang lebih penting dari itu semua, karena pada dasarnya perjalanan bakti penegak menunjukan sebuah wujud kualitas pengabdian seorang pramuka usia penegak kepada diri sendiri, keluarga, masyaraat dan bangsanya. Konsep perjalanan bakti merupakan implementasi dari pendekatan pendidikakan "learning by doing, learning by experience, learning by process". Hal Inilah yang mampu mejadi suatu nilai lebih dalam pendidikan kepramukaan, yang senatiasa terus dilestarikan dan diimplementasikan.

Tamu Ambalan :
Berasal dari Pramuka Penggalang yang berusial 16 tahun, Remaja Indonesia yang berusia 16 tahun atau  Tamu Ambalan pindahan dari Ambalan lain. Lama menjadi tamu ambalan lebih kurang 3 bulan. Selama menjadi Tamu Ambalan yang bersangkutan diberi kesempatan menyesuaikan diri (masa orientasi) dengan Gugusdepan dan Tata Adat Ambalan. Para anggota ambalan diberi kesempatan untuk menilai dan membantu Tamu Ambalan dalam masa orientasi ini.

Calon Penegak :
Calon Penegak adalah tamu ambalan yang telah selesai melakukan masa orientasi dengan sukarela menyatakan diri sanggup mentaaati peraturan organisasi dan tata adat ambalan serta diterima oleh seluruh anggota ambalan untuk menjadi calon penegak. Lama menjadi calon penegak lebih kurang 6 bulan. Perpindahan status dari tamu ambalan menjadi calon penegak dilaksanakan dengan upacara sederhana dan dialog yang mengandung nilai-nilai pendidikan antara calon penegak dengan kakak pembina dan anggota ambalan lainnya.
Calon penegak harus mawas diri, menghargai orang lain serta menyadari hak dan kewajibannya yang masih terbatas seperti :
  1. tidak mempunyai hak suara dalam musyawarah ambalan
  2. mempunyai hak bicara dalam diskusi pertemua dan musyawarah
  3. disiplin mengikuti berbagai program latihan dan kegiatan ambalan
  4. berkewajiban menyelesaikan SKU Penegak Bantara
  5. berkewajiban ikut menjana nama baik ambalan
Penegak Bantara :
Penegak Bantara adalah calon penegak yang telah memenuhi SKU Penegak Bantara dan telah menunjukan dirinya taat kepada tata adat ambalan. Perpindadahan dari calon penegak ke penegak bantara dilaksanakan melalui upacara pelantikan dengan mengucapkan janji Tri Satya dan berhak memakai tanda pengenal Penegak Bantara. Selama menjadi Penegak Bantara akan diberi kesempatan latihan untuk membaktikan diri pada masyarakat sebagai media membangun kepribadian yang kuat. Seorang Penegak Bantara wajib melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya, terutama untuk:
  1. menyelesaikan SKU Penegak Laksana agar dapat dilantik menjadi Penegak Laksana
  2. menempuh SKK (syarat kecakapan khusus) sesuai dengan minat dan bakat untuk memperoleh TKK mengembangkan minat dan bakatnya di Satuan Karya untuk mengembangkan ketrampilan vokasionalnya jika ada kesempatan mengikuti Kursus Pembina Mahair sehingga dapat menjadi Pembantu Pembina di perindukan siaga maupun pasukan penggalang.
  3. berperan serta membantu kegiatan Kwartir dengan cara menjadi Anggota Dewan Kerja, Sangga Kerja atau jenis-jenis kepantiaan lain yang dibentuk Kwartir.
  4. berupaya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh kwartir baik tingkat ranting, cabang, daerag, nasional dan internasional.


Penegak Laksana:
Penegak Laksana adalah penegak bantara yang telah menyelesaikan SKU Penegak Laksana dan telah dilantik menjadi Penegak Laksana. Perpindadahan dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana dilaksanakan melalui upacara pelantikan dengan mengucapkan janji Tri Satya dan berhak memakai tanda pengenal Penegak Laksana. Selama menjadi Penegak Laksana diberi kewajiban memimpin kegiatan bakti pada masyarakat dan juga memimpin kegiatan ambalan. Seorang Penegak Laksana wajib melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya bahkan terus didorong untuk mengembangkan potensi diri secara optimal, dengan cara :
  1. menambah jumlah jenis dan bobot SKK yang berhasil diraih
  2. memperdalam dan memperluas keikutsertannya dalam Satuan Karya
  3. mengikuti kursus - kursusu yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka
  4. meningkatkan perannya dalam menjadi Pembantu Pembina di Perindukan Siaga maupun Pasukan Penggalang
  5. Meningkatkan peran dalam membantu kegiatan Kwartir dengan cara menjadi Anggota Dewan Kerja, Sangga Kerja atau jenis-jenis kepantiaan lain yang dibentuk Kwartir.
  6. berupaya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh kwartir baik tingkat ranting, cabang, daerag, nasional dan internasional.

 Purna Penegak Laksana :
Penegak Laksana yang telah mamasuki usia 21 tahun maka akan dilepas menjadi Purna Penegak dengan upacara sederhana. Kepadanya diberikan pilihan apakah akan 2/3 melanjutkan pengabdiannya sebagai Pembantu Pembina, apakah akan terus mengembangkan diri lagi dengan berpindah ke Racana Pandega atau bahkan dengan mantap dan merasa sudah cukup bekal untuk mengabdi dan berkarier di tengah masyarakat luas.


Sumber :
Buku Rujukan KPDK DKD DIY tahun 1988 dengan revisi seperlunya - admin.
                diakses tanggal : 9 Agustus 2018 Pukul 14.32 WIB   



3. Area Pengembangan Sosial 
a. Pengertian 
Pengembangan Sosial adalah pengembangan pribadi yang berkaitan dengan kepercayaan dan ketergantungan terhadap orang lain serta membangun kemampuan untuk bekerjasama dan memimpin. Pengakuan terhadap remaja sebagai individu merupakan wadah belajar untuk mengungkapkan perasaan dan eksistensi diri kepada orang lain dengan cara yang benar dan santun. 

b. Tujuan 
Tujuan pengembangan sosial adalah membantu Pramuka Penegak dalam mengembangkan hubungan sosial dengan teman, komunikasi, kemandirian, kerjasama, kepemimpinan dan solidaritas. 

c. Sasaran
   1) Mampu bekerjasama dan berinteraksi dengan orang lain di dalam sebuah kelompok 
   2) Mematuhi aturan kelompok dan sanggup menerima konsekuensinya 
   3) Peduli terhadap orang lain, lingkungannya 

d. Standar Kompetensi 
Standar Kompetensi yang diharapkan dapat dicapai dalam pengembangan sosial Pramuka Penegak terdiri atas : 
   1) Kompetensi Akhir : mampu bekerjasama dalam tim, berkomunikasi dan menjaga kelestarian                lingkungan serta memiliki kepedulian sosial. 
   2) Kompetensi Dasar untuk masing-masing tingkatan adalah sebagai berikut: 
       a). Penegak Bantara : 
            Mampu mengenal kepribadian orang lain dan tidak berprasangka buruk. Mampu memimpin                kelompoknya dan memberikan kontribusi terhadap organisasi sosial lain yang dilakukan                      secara individu maupun kelompok. 
      b). Penegak Laksana : 
            Mampu memahami perbedaan strata sosial di masyarakat. Mampu memimpin dan                                bekerjasama. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia beserta contoh konkret. 

Adapun butir SKU Penegak Bantara yang mencakup area pengembangan Sosial meliputi butir SKU nomor 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10. Dalam hal ini butir SKU nomor 9 adalah sebagai berikut : 


9. Telah ikut aktif kerja bakti di masyarakat minimal 2 kali 

    Dengan indikator pencapaian SKU : Minimal 2 kali mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungan        tempat tinggalnya 

Berdasarkan butir SKU tersebut, maka Dewan Ambalan Brotoseno – Larasti Gudep 1455-1454 membuat suatu program Uji SKU dengan nama Baksos Online. 

Baksos Online (9) 
Kegiatan Baksos Online dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan Baksti Sosial kepada masyarakat baik berupa kegiatan membersihkan lingkungan masjid, maupun fasilitas umum lainnya dapat juga memberikan bantuan diperuntukkan khusus bagi warga yang membutuhkan. Kemudian mengupload file foto/video ke media sosial sebagai pemicu yang mampu meningkatkan rasa bangga pada diri sendiri, karena telah mampu mewujudkan rasa peduli terhadap lingkungan masayarakat dan juga sebagai tindakan nyata seorang Pramuka dalam mengimplementasikan Satya dan Dharma Pramuka 

Berikut beberapa video dokumentasi pelaksanaan Kegiatan Baksos Online dalam rangka pelaksanaan Uji SKU Butir 9.


"Kali ini kita sedang melakukan "Baksos" di Ds.Bulung Kulon RT.04 RW.03 bersama Mbah Sopiatun seorang janda dengan satu anak . Kita semua baperr banget sama cerita kehidupannya Mbah Sopiatun Semoga beliau selalu sehat dan bahagia dunia dan akhirat . Aamiin"


"Mencoba memberikan kegiatan berarti bagi masyarakat secara nyata, melalui kegiatan Bakti Bersih Masjid. Semoga kita senatiasa terbuka melakukan kegiatan sosial degan iklas dan sungguh-sungguh. Kami anak Pramuka, Kami Bangga dan harus berjiwa Sosial. Semangat Kakak!"


"Bakti sosial mewujudkan rasa kepedulian kita terhadap sesama manusia dan 
memotivasi kita untuk peduli terhadap orang lain,
kami melaksanakan Bakti Sosial di Desa Hadipolo RT 09/01"


Sumber :
Panduan Penyelesaian SKU Penegak. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2011
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 199 Tahun 2011
Youtube Channel: mansyur qomarudin


Satuan karya pramuka adalah wadah pendidikan kepramukaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang kejuruan, serta meningkatkan motivasinya untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif, sehingga dapat member bekalbagi kehidupan dan penghidupannya serta pengabdiannya terhadap masyarakat, bangsa dan Negara sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.

Setiap saka memiliki beberapa krida(bagian terkecil dari saka) mengkhususkan pada sub bidang ilmu tertentu yang dipelajari dalam satuan karya tersebut.setiap krida memilikiSKK untuk TKK khusus saka yang dapat diperoleh pramuka yang bergabung dengan krida tertentu disebuah saka.
Kegiatan khusus saka yang diadakan tiap-tiap saka yaitu (PERTISAKA) perkemahan bhakti satuan karya pramuka dan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka disebut perkemahan antar saka (PERAN SAKA).

Satuan karya pramuka sekarang ada 10 diantaranya :

A.    Saka Dirgantara
Saka Dirgantara adalah wadah kegiatan di bidang kedirgantaraan yang membaktikan pada pembangunan nasional. Pelatihan ini umumnya memperbantukan para professional dibidang kedirgantaraan, TNI AU, pihak perusahaanpenerbangan dan klub aeromodelling.
Saka dirgantara meliputi 3 krida :
a.       Krida olahraga Dirgantara (ORGIDA)
b.      Krida pengetahuan dirgantara
c.       Krida jasa kedirgantaraan

B.     Saka Bhayangkara
Saka bhayangkara adalah wadah kegiatan di bidang kebhayangkaraan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang  keamanan ketertiban masyarakat dan pembangunan nasional. Dalam pelatihan umunya bekerjasama dengan pihak POLRI.
Saka bhayangkara meliputi 4 krida yaitu :
a.       Krida ketertiban masyarakat (Tibmas)
b.      Krida lalu lintas (lantas)
c.       Krida pencegahan dan penanggulangan bencana
d.      Krida tindakan pertama tempat kejadian perkara (TPKP)

C.    Saka Bahari
Saka bahari adalah wadah kegiatan dibidang kelautan dan perairan dalam. Pembinaan saka bahari nekerjasama dengan TNI AL, professional di bidang olahraga air,departemen pariwisata dan departemen kelautan.
Saka bahari meliputi 4 krida yaitu :
a.       Krida sumber daya bahari
b.      Krida jasa bahari
c.       Krida wisata bahari
d.      Krida reksa bahari

D.    Saka Bhakti Husada
Saka bhakti husada adalah wadah kegiatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini kita mempunyai pengethuan, keterampilan dan mampu menyebar luaskan informasi dibidang kesehatan serta dapat member contoh, sikap dan perilaku hidup sehat.
Saka bhakti husada dibagi atas 6 krida :
a.       Krida bina lingkungan sehat
b.      Krida bina keluarga sehat
c.       Krida penanggulangan penyakit
d.      Krida bina gizi
e.       Krida bina obat
f.        Krida perilaku hidup bersih dan sehat.

E.     Saka Kencana (Keluarga Berencana)
Saka kencana adalah wadah kegiatan dibidang keluarga berencana, keluarga sejahtera dan pembangunan kependudukan. Pembina bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Saka kencana meliputi 4 krida, yaitu :
a.       Krida keluarga berencana dan kesehatan reproduksi (KB dan KR)
b.      Krida bina keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga (KS dan PK)
c.       Krida advokasi dan komunikasi informasi dan edukasi (Advokas dan KIE)
d.      Krida bina peran serta masyarakat (PSM)

F.     Saka Taruna Bumi
Saka taruna bumi adalah wadah kegiatan dalam bidang mendukung kegiatan pembangunan pertanian. Pembina saka taruna bumi bekerjasama dengan departemen pertanian, dinas pertanian, LIPI, dan lembaga holtikultura.
Saka taruna bumi meliputi 5 krida, diantaranya :
a.       Krida pertanian dan tanaman pangan
b.      Krida pertanian tanaman perkebunan
c.       Krida perikanan
d.      Krida peternakan
e.       Krida pertanian tanaman holtikultura

G.    Saka Wanabhakti
Saka wanabhakti adalah wadah kegiatan dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdayaalam dan lingkungan hidup. Pembinaan saka wanabhakti bekerjasama dengan department kehutanan, perhutani dan LSM lingkungan hidup/lembaga professional terkait.
Saka wanabhakti meliputi 4 krida, yaitu :
a.       Krida tata wana
b.      Krida reksa wana
c.       Krida bian wana
d.      Krida guna wana

Powered by Blogger.